Perkawinan dan pascapenetasan

Diposting pada

Seiring dengan berjalannya waktu, jumlah burung berkicau di alam liar sudah semakin menipis. Hal ini dikarenakan banyaknya penangkapan liar yang dilakukan dalam jumlah yang banyak. Semakin menipisnya jumlah burung di alam liar semakin tinggi pula harga burung tersebut.

Untuk mengatasi hal tersebut, para kicau mania mencari jalan pintas untuk keluar dari masalah ini. Akhirnya para kicau mania memilih untuk mengawinkan burung berkicau sebagai alternatifnya. Perkawinan sebenarnya menjadi hal yang pasti terjadi pada setiap burung.

Advertisements

Untuk burung yang ditangkarkan dapat dikawinkan apabila sudah cukup dewasa. Ingatlah, perkawinan tidak boleh dipaksakan. Perkawinan yang dilakukan apabila terpaksa tidak akan menghasilkan telur. Yang ada burung malah akan menjadi stres. Tidak setiap burung siap untuk dikawinkan walaupun umurnya sudah cukup untuk dikawinkan.

Pada umumnya, burung yang sudah siap dikawinkan akan menunjukkan tanda-tandanya. Antara burung jantan dan burung betina tanda-tanda siap kawinnya berbeda-beda. Tanda-tanda burung siap kawin diantaranya adalah sebagai berikut.

  • Burung betina

Tanda-tanda burung betina siap untuk dikawinkan adalah sebagai berikut.

  1. Selalu menciap-ciap sambil merendahkan tubuhnya.
  2. Burung akan terus berusaha ingin keluar dari sangkarnya untuk mendekati jantannya.

Itulah tanda-tanda burung betina siap untuk dikawinkan.

  • Burung jantan

Tanda-tanda burung jantan siap untuk dikawinkan adalah sebagai berikut.

  1. Burung jantan akan bergerak secara berlebihan.
  2. Akan berkicau secara lantang untuk menarik pasangannya.

Itulah tanda-tanda burung jantan siap untuk dikawinkan.

Advertisements

Saat burung sudah siap untuk dikawin dan disatukan ke dalam satu sangkar, nantinya burung akan membawa bahan untuk membuat sarang kemudian akan bersama-sama menata sarang di sangkar tersebut. Setelah selesai menata sarang, nantinya burung jantan akan melolohkan makanan pada burung betina. Begitu pula sebaliknya, burung betina juga akan melolohkan makanan pada burung jantan pasangannya.

Jika sudah sama-sama melolohkan makanan pada setiap pasangannya, tidak lama kemudian burung akan melakukan perkawinan. Setelah melakukan perkawinan, selanjutnya burung akan bertelur. Setiap burung paling sedikit bertelur satu buah. Sedangkan paling banyak bertelur sebanyak lebih dari satu buah.

Apabila burung betina sudah bertelur, fokus pemilik burung sekarang adalah menetaskan seluruh telur dengan sempurna. Namun kadang kala tidak semua telur dapat menetas secara sempurna. Ada telur yang menetas tetapi terdapat cacat disalah satu bagian tubuhnya. Dan ada pula telur yang tidak menetas saat telur yang lain sudah menetas seluruhnya.

Tidak sempurnanya telur saat menetas biasanya dikarenakan induk burung betina maupun induk burung jantan tidak diberikan pakan yang bermutu pada saat masa perkawinan.

Sesudah telur-telur menetas, selanjutnya anakan bisa dirawat terpisah dari indukannya atau bersama dengan indukannya. Jika terpisah dari indukannya, anakan dapat diletakkan di sangkar khusus anakan. Sedangkan jika bersama dengan indukannya, letakkan di sangkar bersama dengan induknya. Anakan yang bersama dengan induknya dapat dipisahkan dari indukannya 12 hari setelah menetas.

Advertisements

Tinggalkan Balasan