Perawatan parit

Diposting pada

Saat membudidayakan tanaman kelapa sawit, semua hal perlu diperhatikan, termasuk air tanah. Baik atau tidaknya pertumbuhan tanaman kelapa sawit juga dipengaruhi oleh air tanah. Jika air tanahnya baik maka tanaman akan tumbuh dengan baik. Begitu pula sebaliknya, jika air tanahnya tidak bagus maka tanaman juga akan tumbuh tidak bagus.

Sebelum memulai pembuiddayaan tanaman kelapa sawit, awalnya tentunya lahan masih kosong dan belum ada sumber air. Lantas, darimanakah kita bisa mendapatkan sumber air ? Sumber air bisa kita dapatkan dari sumur yang bisa kita buat sendiri. Atau bisa juga dengan mengandalkan air hujan.

Advertisements

Dengan adanya air, tanaman akan tumbuh dengan subur. Namun, tidak baik juga jika tanaman kelebihan air. Untuk menghindari agar tanaman tidak kelebihan air caranya adalah dengan membuat parit. Di dalam membudidayakan tanaman kelapa sawit, parit merupakan hal yang paling dibutuhkan.

Tanpa adanya parit, air yang berlebih tersebut tidak bisa mengalir. Akibatnya, akan terjadi penggenangan air pada lahan penanaman sawit. Itulah mengapa parit dikatakan sebagai sistem drainase.

Karena fungsi parit disini sangat penting, sebaiknya parit dibuat dengan benar. Parit yang telah dibuat dengan benar harus dirawat dengan baik. Jangan biarkan ada gulma atau hal yang sejenisnya karena akan membuat produksi tanaman menjadi menurun. Jika ada gulma, sebaiknya langsung dibasmi. Dengan begitu, parit yang kita gunakan dapat berfungsi dengan baik.

Advertisements

Ada tiga jenis sistem drainase yang perlu dibuat. Sistem drainase yang pertama yang dapat dibuat adalah sistem drainase lapangan. Drainase lapangan dibuat berupa parit buatan. Parit buatan ini berfungsi sebagai tempat untuk menahan air. Setelah itu, air tersebut kemudian dialirkan kembali ke permukaan tanah.

Sistem drainase yang kedua yang dapat dibuat yaitu drainase pengumpul. Drainase pengumpul dapat berupa parit buatan atau yang sejenisnya. Fungsi dari drainase pengumpul adalah untuk  mengumpulkan air dari suatu tempat. Kemudian air tersebut dialirkan ke tempat pembuangan.

Tidak hanya dapat berupa parit buatan saja, sistem drainase yang kedua ini dapat berupa teras yang bersambung. Nantinya pembuangan airnya dapat melalui peresapan tanah.

Sistem drainse yang terakhir adalah drainase pembuangan. Berbeda dengan sistem drainse lainnya yang dapat memanfaatkan parit buatan sebagai sasaran utamanya, sistem drainse pembuangan ini memanfaatkan kondisi lingkungan sekitar yang sudah ada. Jika lingkungan sekitar hanya memiliki sungai, maka sungai tersebutlah yang dapat dimanfaatkan.

Tidak hanya sungai saja, tetapi kondisi alam lainnya seperti jurang, rendahan, dan lain sebagainya juga bisa dimanfaatkan. Apakah fungsi sebenarnya dari drainase pembuangan? Fungsi yang sebenarnya dari sistem drainase pembuangan adalah mengeluarkan air dari tempat tertentu.

Itulah beberapa sistem drainase yang dapat kita buat demi memenuhi kelancaran air yang ada di lingkungan sekitar penanaman kelapa sawit.

Advertisements

Tinggalkan Balasan