Masalah utama pada burung lovebird

Diposting pada

MASALAH UTAMA

Burung lovebird merupakan burung yang saat ini tengah populer. Kepopulerannya saat ini membuat burung lovebird semakin dikenal oleh semua orang. Baik yang ada di Indonesia maupun yang ada di luar negeri. Burung lovebird memiliki keunggulan-keunggulan yang membuat orang menjadi terkesan.

Advertisements

Namun, walaupun burung lovebird memiliki keunggulan-keunggulan tetapi tetap saja burung lovebird memiliki kelemahan. Ada beberapa kelemahan yang dimiliki oleh burung lovebird. Diantaranya seperti penampilannya yang sulit dibuat stabil walaupun kondisinya masih sehat.

Penampilan yang sulit dibuat stabil walaupun kondisinya masih sehat memang menjadi masalah yang paling berat. Sebab, penampilannya tidak pernah stabil. Misalnya saja pada saat ini burung masih tampil dengan bagus tetapi keesokan harinya burung akan tampil tidak bagus lagi.

Tidak banyak yang tau bagaimana cara mengatasi kelemahan burung lovebird yang satu ini. Namun, untuk mencegah penyakit atau kelemahan yang ada burung lovebird dapat terulang kembali, sebaiknya kita harus lebih mendalami sifat dari burung lovebird. Baik itu sifat bawaan maupun kemauannya.

Saat burung memiliki kemauan tetapi tidak dipenuhi maka kelemahan burung yang satu ini akan keluar. Contohnya seperti kemauannya makan terlebih dahulu sebelum bertanding maka kita dapat memberikannya terlebih dahulu supaya kondisinya tidak berubah.

Dengan cara seperti itu, burung lovebird dapat bertanding dengan baik dan kelemahan yang dimiliki oleh burung ini tidak akan keluar pada saat pertandingan dimulai.

Advertisements

MASA RAWAT SIAP LATIH DAN KONTES

Tidak seperti burung lainnya, merawat burung lovebird tidak perlu menungggu umur yang tepat. Sedini mungkin pun burung lovebird ini dapat langsung dirawat dan dilatih untuk dikonteskan. Sifat burung lovebird ini sama seperti burung kenari yaitu tidak perlu menunggu umur yang tepat untuk dirawat.

Burung lovebird dapat dilatih pada saat berumur dua hingga tiga bulan. Jadi setelah beberapa bulan kemudian, burung lovebird dapat langsung dikonteskan. Ingatlah, mengonteskan burung lovebird tidak boleh dilakukan apabila burung lovebird belum siap untuk dikonteskan.

Banyak kasus yang terjadi akibat pemilik burung lovebird terlalu memaksakan burung lovebirdnya bertanding. Akibatnya, burung lovebird tidak dapat menampilkan performa yang bagus padahal lovebird sebenarnya dapat menampilkan performa yang lebih.

Untuk itulah, jika ingin menampilkan performa yang sangat bagus dan memenangkan kontes burung berkicau tersebut, burung lovebird harus dirawat dan dilatih dengan baik. Jika belum masanya dikonteskan sebaiknya jangan dikonteskan. Namun, jika sudah siap untuk dikonteskan, burung dapat langsung dikonteskan.

Ada dua hal yang perlu diperhatikan ketika melatih burung lovebird. Dua hal tersebut adalah pelatihan fisik dan pelatihan mental. Kedua hal ini tidak boleh terlepaskan. Jika burung belum memiliki fisik yang baik maka jangan dulu dikonteskan. Begitu pula sebaliknya, jika mental burung belum baik sebaiknya jangan dulu dikonteskan.

Advertisements

Tinggalkan Balasan