Masalah pakan yang sering ditemui

Diposting pada

Ketika memelihara ayam petarung, pasti ada saja hal yang dapat menghambat ketika memelihara ayam petarung tersebut. Salah satu faktor penghambatnya yaitu masalah pakan. Pakan yang diberikan pada ayam petarung memang tidak boleh sembarangan. Apabila ayam petarung diberikan pakan sembarangan maka akan berakibat fatal pada ayam petarung tersebut.

Contohnya saja seperti tulang ada ayam mengalami kebengkokan. Tulang ayam yang mengalami kebengkokan disebabkan oleh kekurangan gizi dan mineral. Untuk mendapatkan gizi dan mineral salah satunya adalah dengan memberikan pakan yang memiliki kandungan gizi dan mineral yang cukup.

Advertisements

Dengan begitu, tiak ada lagi tulang dada yang mengalami kebengkokan. Tidak hanya itu saja, masalah lainnya yang dapat terjadi pada masa pertumbuhan ayam yang berkaitan dengan masalah pakan adalah kanibalisme. Apa itu kanibalisme? Kanibalisme adalah pemakan sesama jenisnya.

Salah satunya adalah ayam ini. Di dalam masa pertumbuhan memang sering kali melakukan kanibalisme. Penyebabnya adalah karena kekurangan asupan mineral. Asupan mineral yang kurang membuat ayam tersebut mematuk bulu ayam lainnya karena dengan cara mematuk bulu ayam lainnya kebutuhan mineralnya dapat tercukupi.

Untuk tidak terjadi kanibalisme, sebaiknya anak yang berusia empat belas hari segera dipindahkan dari induknya ke kandang khusus. Dengan begitu, tidak ada lagi terjadi kanibalisme. Sedangkan untuk melakukan pencegahan kanibalisme dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.

Advertisements
  1. 21 hari pertama, ayam dapat diberikan pakan broiler starter yang sudah digerus halus sebelumnya.
  2. Setelah itu, jika beberapa hari kemudian kanibalisme sudah terlihat, sebaiknya berikan lagi pakan anak ayam. Pakan anak ayam yang diberikan kurang lebih 3 sendok makan mineral dan satu sendok teh garam dapur per kilogram pakannya. Pemberian garam dapur harus sesuai dengan yang telah ditunjukkan di atas. Jika pemberian garam dapur berlebihan akan mengakibatkan kotoran pada anak ayam menjadi cair.
  3. Pada minggu ke empat, pakan broiler starter dapat diberikan tanpa digerus.

Itulah cara mencegah kanibalisme.

Setelah kedua masalah tersebut, masalah ketiga yang dapat muncul saat pemeliharaan berlangsung yang berkaitan dengan pakan adalah ayam terlalu cepat besar, kaki lemah, otot gemuk karena lemak, dan lembek. Ayam petarung yang pertumbuhannya cepat tidaklah apa-apa.

Namun, jika pertumbuhan yang cepat tersebut karena kebanyakan lemak sebaiknya segera dilakukan tindakan pencegahan. Biasanya pertumbuhan yang terlalu cepat tersebut disebabkan oleh terjadinya kompetisi dalam memperebutkan pakan. Perebutan pakan hanya terjadi apabila ayam yang umurnya tidak sama disatukan.

Akibatnya, ayam yang umurnya lebih besar atau ukuran badannya yang besar dapat merebut pakan dari ayam yang umurnya lebih kecil atau ukuran badannya yang lebih kecil. Tindakan pencegahannya dapat dilakukan dengan cara melepas anak ayam yang telah berusia 60 hari.

Usahakan tidak meletakkan anak ayam atau ayam yang umurnya tidak sama karena akan mengakibatkan terjadinya perebutan makanan.

Advertisements

Tinggalkan Balasan