Masa mengeram

Diposting pada

Untuk menghasilkan anakan murai batu, tentunya indukan murai batu  harus dikawinkan terlebih dahulu. Pengawinan dapat berlangsung selama dua minggu untuk yang mudah dikawinkan dan empat minggu atau lebih untuk yang sulit dikawinkan. Selama masa perkawinan terjadi, pemberian pakan yang berkualitas sangat dianjurkan supaya menghasilkan anakan yang berkualitas.

Setelah perkawinan berlangsung, selanjutnya indukan murai batu akan bertelur. Telur-telur ini perlu dijaga. Baik itu oleh induknya sendiri maupun oleh pemilik burung murai batu tersebut. Jika yang menjaga pemilik murai batu maka telur-telur tersebut dapat dieramkan di tempat tertentu seperti di tempat penetasan telur yang terbuat dari bahan kayu dan dijadikan seperti kotak serta diberikan lampu pada bagian dalamnya.

Advertisements

Sedangkan jika yang menjaga telur adalah induknya sendiri maka biarkan hingga dua minggu. Kebanyakan para pemilik murai batu lebih memilih membiarkan telur dieram oleh induknya agar induknya tidak merasa stres karena kehilangan telur-telurnya.

Selama pengeraman berlangsung, ada sejumlah perawatan yang perlu dilakukan. Perawatan apa saja yang perlu dilakukan selama induk murai batu mengeram telur-telurnya?  Perawatan yang perlu dilakukan selama induk murai batu mengeram telur-telurnya diantaranya adalah sebagai berikut.

Pemberian pakan

Saat proses pengeraman berlangsung, pemberian pakan ini sangat perlu dilakukan. Pemberian pakan jumlahnya dapat ditingkatkan lagi dari yang biasa dilakukan. Di dalam proses pengeraman berlangsung, ada pakan yang boleh diberikan dan ada pakan yang tidak boleh diberikan.

Advertisements

Pakan yang boleh diberikan seperi voer dan beberapa pakan tambahan lainnya. Untuk pakan tambahan sebaiknya jumlah pemberiannya dapat dikurangi. Tujuan dari pengurangan pakan tambahan adalah supaya birahi kedua indukan tidak naik kembali seperti pada saat proses perkawinan berlangsung.

Apa yang terjadi jika birahi kedua indukan naik? Yang akan terjadi adalah kedua indukan akan bersifat agresif. Tidak hanya dimiliki oleh kedua indukan, tetapi nantinya sifat atau prilaku agresif ini akan menurun pada telur yang sedang dierami.

Perhatikan kondisi lingkungan sekitar

Tempat untuk meletakan indukan pada saat proses mengeram sangat perlu diperhatikan. Pada saat pengeraman berlangsung, kedua indukan memerlukan tempat yang tenang. Tempat yang tenang akan memberikan suasana nyaman bagi indukan sehingga indukan mau mengerami telurnya.

Jika suasananya tidak nyaman maka indukan tidak mau mengerami telur-telurnya. Untuk menjaga agar kondisi lingkungan sekitar tenang caranya adalah dengan menjaga lingkungan agar tidak ada gangguan dari binatang seperti kucing maupun tikus. Parasit atau bakteri juga tidak boleh ada dilingkungan sangkar atau kandang karena dapat menyebabkan kedua indukan terjangkit penyakit.

Ingatlah, selalu jaga kondisi lingkungan tempat pengeraman agar tempat pengeraman terkesan nyaman dan indukan dapat mengeram dengan nyaman pula. Jika indukan merasa tidak nyaman maka ia akan meninggalkan telur-telurnya. Apabila hal ini berlangsung selama berkali-kali maka akan menyebabkan telur tidak menetas sebab tidak mendapatkan suhu yang stabil untuk penetasan.

Advertisements

Tinggalkan Balasan