Breeding

Diposting pada

Saat ini, jumlah burung berkicau unggulan di Indonesia khususnya di alam liar sudah semakin langka. Semakin langkanya burung berkicau unggulan di alam liar diakibatkan banyaknya orang yang melakukan perburuan liar dan melakukan penyelundupan burung berkicau unggulan keberbagai negara.

Tidak hanya itu, karena keberadaan burung unggulan di alam liar jumlahnya telah menipis, membuat harganya semakin melambung tinggi. Banyak para kicau mania yang mengeluhkan keadaan seperti ini.

Advertisements

Karena semakin lama keberadaan burung berkicau semakin langka, membuat para kicau mania bertindak dengan melakukan breeding. Lantas, apa itu breeding? Breeding merupakan pengawinan burung berkicau. Melakukan breeding bukanlah hal yang mudah. Yang bisa melakukan breeding hanyalah para breeder.

Breeder merupakan sebutan bagi pelaku pengawinan burung berkicau. Hanya orang yang sudah memiliki pengalaman yang sudah banyaklah yang bisa melakukan breeding. Tidak semua jenis burung dapat dilakukan breeding atau pengawinan. Ada syarat-syarat khusus yang perlu dimiliki oleh burung yang akan melakukan breeding.

Syarat-syarat khusus tersebut diantaranya adalah sebagai berikut.

  • Usia

Burung yang siap untuk dikawinkan paling tidak usianya sudah cukup dewasa. Baik itu dari burung jantan maupun dari burung betina. Ada sebagian besar burung yang kawin secara alami tanpa harus dijodoh-jodohkan. Burung yang kawin secara alami tanpa dijodohkan seperti burung murai batu, cucakrawa, anis kembang, anis merah, cucak ijo, toet, cucak jenggot dan kacer.

Advertisements

Burung dapat dikatakan dewasa apabila sudah berusia lebih dari 9 bulan. Namun, ada sebagian burung yang mengalami birahi terlalu cepat, yaitu saat usiannya baru menginjak 7 bulan. Burung yang mengalami birahi terlalu cepat contohnya seperti lovebird dan burung kenari.

  • Sudah pernah rontok bulu

Burung yang akan dikawinkan harus sudah pernah rontok bulu sekali. Jika belum rontok bulu, sebaiknya burung jangan terlebih dahulu dikawinkan. Alasannya adalah karena takut pada saat proses pengawinan berlangsung, burung akan tiba-tiba ganti bulu. Hal itu dapat menyebabkan kondisi fisik burung menjadi lemah.

  • Memiliki kicauan yang lantang dan lepas

Burung yang memiliki kicauan yang lantan dan lepas akan sangat mudah memikat lawan jenisnya. Cara ini paling sering dilakukan oleh sebagian besar burung di alam liar jika sudah memasuki masa kawin. Setiap burung akan berlomba-lomba untuk mengeluarkan kicauannya untuk memikat lawan jenisnya.

Dengan cara berkicau yang lantang dan lepas pun juga dapat membuat burung betina menjadi birahi. Dengan begitu, burung akan mudah untuk dikawinkan.

  • Burung harus jinak

Tidak semua jenis burung jinak. Burung yang tidak jinak diakibatkan oleh perawatannya yang kurang baik. Jinak disini artinya aalah burung tiadk takut dengan orang lain. Jika tidak takut dengan orang lain maka burung akan sangat mudah dikawinkan.

Akan tetapi, jangan pula membuat burung terlalu jinak karena akan menyebabkan burung menjadi manja dan imbasnya juga pada pemilik burung tersebut.

Advertisements

Tinggalkan Balasan