Kambing Peranakan Etawa

Diposting pada

Beternak kambing perah sudah banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Beternak kambing perah dianggap mendatangkan keuntungan yang besar. Walaupun modal awalnya cukup besar.

Ditambah lagi kemudahan di dalam pemeliharaan kambing perah membuat banyak orang tergiur untuk beternak kambing perah ini. Kambing perah terbagi tas beberapa jenis.

Advertisements

Kambing perah jenis apakah yang sering diternakkan oleh masyarakt Indonesia? Kambing perah tersebut merupakan kambing perah peranakan etawa. Kambing ini merupakan salah satu jenis kambing perah yang paling banyak diternakkan.

Kambing peranakan etawa merupakan hasil persulangan antara kambing lokal dengan kambing perah jamnapari atau yang sering disebut dengan kambing etawa. Kambing peranakan etawa sering disebut dengan kambing PE.

Banyak orang yang menggunakan kambing perah ini karena kambing ini mudah beradaptasi dengan kondisi iklim dinegara Indonesia. Kambing perah ini juga menghasilkan susu yang lebih banyak dibandingkan dengan jenis kambing perah lainnya.

Kambing PE atau peranakan etawa ini terbagi lagi menjadi beberapa ras. Dan beberapa diantaranya adalah sebagai berikut.

  • PE senduro

Kambing Etawa atau kambing jamnapari masuk ke Indonesia sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu. Awal masuknya kambing jamnapari mula-mula dibawa oleh para peternak dan pedagang yang berlayar ke Indonesia.

Awal masuk kambing jamnapari sudah langsung dikenal oleh banyak orang dan pada akhirnya disilangkan dengan kambing lokal yaitu kambong menggolo yang berasal dari Jawa Timur. Dan menghasilkan kambing PE senduro ini.

Ciri-ciri dari kambing PE senduro adalah tubuhnya berwarna putih. Bagian kepalanya pun juga berwarna putih. Bahkan orang-orang lebih sering menyebutkan sebagai kambing senduro putih.Telinganya panjang dan menjuntai keb bawah. Bulunya tidak lebat seperti kambing jamnapari namun seperti kambing senduro.

  • PE kaligesing

Kambing jenis ini merupakan kambing hasil persilangan antara kambing jamnapari dengan kambing lokal tepatnya kambing yang berasal dari Kaligesing, Jawa Tengah. Karena itulah mengapa namanya disebut dengan kambing PE kaligesing.

Dalam satu hari jenis kambing ini mampu menghasilkan susu sekitar 3-4 liter. Kambing PE kaligesing mudah beradaptasi dimana saja. Ciri-ciri fisik dari kambing PE kaligesing adalah sebagai berikut.

  1. Postur tubuhnyanya besar, kokoh, dan tegap.
  2. Warna bulunya putih pada bagian tubuhnya. Seangkan kepalanya berwarna hitam.
  3. Telinganya panjang dan menjjuntai ke bawah seperti kambing jamnapari.
  4. Kaki belakangnya berbulu lebih panjang dan lebat.
  5. Ekornya pendek dan mengarah ke atas namun ada juga yang mengarah ke belakang.
  6. Warna kaki bagian bawahnya hitam.

Itulah ciri fisik dari kambing PE kaligesing.

  • PE jawarandu

Kambing ini merupakan kambing hasil persilangan antara kambing jamnapari dengan kambing kacang. Dalam satu hari, kambing PE jawarandu ini dapat menghasilkan kurang lebih 2 liter. Ciri-ciri dari kambing ini adalah sebagai berikut.

  1. Warna bulu badannya putih bercampur dengan cokelat.
  2. Warna bulu badannya hitam bercampur dengan cokelat.
  3. Telinganya lebar dan panjang serta menjuntai ke bawah.

Itulah beberapa ciri fisik dari kambing PE jawarandu.

Advertisements

sia. beternak kambing perah dianggap mendatangkan keuntungan yang besar. Walaupun modal awalnya cukup besar.

Ditambah lagi kemudahan di dalam pemeliharaan kambing perah membuat banyak orang tergiur untuk beternak kambing perah ini. Kambing perah terbagi tas beberapa jenis.

Kambing perah jenis apakah yang sering diternakkan oleh masyarakt Indonesia? Kambing perah tersebut merupakan kambing perah peranakan etawa. Kambing ini merupakan salah satu jenis kambing perah yang paling banyak diternakkan.

Kambing peranakan etawa merupakan hasil persulangan antara kambing lokal dengan kambing perah jamnapari atau yang sering disebut dengan kambing etawa. Kambing peranakan etawa sering disebut dengan kambing PE.

Banyak orang yang menggunakan kambing perah ini karena kambing ini mudah beradaptasi dengan kondisi iklim dinegara Indonesia. Kambing perah ini juga menghasilkan susu yang lebih banyak dibandingkan dengan jenis kambing perah lainnya.

Kambing PE atau peranakan etawa ini terbagi lagi menjadi beberapa ras. Dan beberapa diantaranya adalah sebagai berikut.

  • PE senduro

Kambing Etawa atau kambing jamnapari masuk ke Indonesia sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu. Awal masuknya kambing jamnapari mula-mula dibawa oleh para peternak dan pedagang yang berlayar ke Indonesia.

Awal masuk kambing jamnapari sudah langsung dikenal oleh banyak orang dan pada akhirnya disilangkan dengan kambing lokal yaitu kambong menggolo yang berasal dari Jawa Timur. Dan menghasilkan kambing PE senduro ini.

Ciri-ciri dari kambing PE senduro adalah tubuhnya berwarna putih. Bagian kepalanya pun juga berwarna putih. Bahkan orang-orang lebih sering menyebutkan sebagai kambing senduro putih.Telinganya panjang dan menjuntai keb bawah. Bulunya tidak lebat seperti kambing jamnapari namun seperti kambing senduro.

  • PE kaligesing

Kambing jenis ini merupakan kambing hasil persilangan antara kambing jamnapari dengan kambing lokal tepatnya kambing yang berasal dari Kaligesing, Jawa Tengah. Karena itulah mengapa namanya disebut dengan kambing PE kaligesing.

Dalam satu hari jenis kambing ini mampu menghasilkan susu sekitar 3-4 liter. Kambing PE kaligesing mudah beradaptasi dimana saja. Ciri-ciri fisik dari kambing PE kaligesing adalah sebagai berikut.

  1. Postur tubuhnyanya besar, kokoh, dan tegap.
  2. Warna bulunya putih pada bagian tubuhnya. Seangkan kepalanya berwarna hitam.
  3. Telinganya panjang dan menjjuntai ke bawah seperti kambing jamnapari.
  4. Kaki belakangnya berbulu lebih panjang dan lebat.
  5. Ekornya pendek dan mengarah ke atas namun ada juga yang mengarah ke belakang.
  6. Warna kaki bagian bawahnya hitam.

Itulah ciri fisik dari kambing PE kaligesing.

  • PE jawarandu

Kambing ini merupakan kambing hasil persilangan antara kambing jamnapari dengan kambing kacang. Dalam satu hari, kambing PE jawarandu ini dapat menghasilkan kurang lebih 2 liter. Ciri-ciri dari kambing ini adalah sebagai berikut.

  1. Warna bulu badannya putih bercampur dengan cokelat.
  2. Warna bulu badannya hitam bercampur dengan cokelat.
  3. Telinganya lebar dan panjang serta menjuntai ke bawah.

Itulah beberapa ciri fisik dari kambing PE jawarandu.

Advertisements

Tinggalkan Balasan